Rival! – [1: Hello New Problem]

RIVAL 3 copy

Title: Rival!

Author: Spazsplat

Rating: PG15

Genre: Adventure, A Little Romance, AU

Length: Chapter

Casts:

  • Kim Myungsoo ‘L’ / Infinite
  • Son Naeun / A Pink
  • Lee Howon ‘Hoya’ / Infinite
  • Jung Eunji / A Pink

Other casts:

  • Members of Infinite
  • Members of A Pink
  • Lee Taemin / SHINee
  • Jung Soo Jung ‘Krystal’ / F(x)
  • Kim Jong In ‘Kai’ / EXO
  • Choi Siwon / Super Junior
  • Kwon Yuri / Girls’ Generation
  • Lee Hyuk Jae / Super Junior
  • Choi Sooyoung / Girls’ Generation

Disclaimer: Cerita ini adalah ide turun temurun dari kepala hingga tangan dan mengedar keseluruh tubuh saya. Jadi, cerita ini murni dari otak saya. Apabila ada kesamaan dalam cerita dan perangkatnya, saya mohon maaf. Sekali lagi, ini murni dari otak saya. No bash dan plagiat. Casts milik Tuhan. Selamat membaca ^^

Warning: Typo(s), tidak nyambung, dan aneh.

RIVAL!

Seorang gadis berlari tergesa-gesa menuju aula, ia terus saja mengumpat atas kesialannya hari ini. seharusnya dari setengah jam yang lalu ia sudah siap untuk kompetensi dance yang akan berlangsung hari ini. Namun Junghae Seongsanim menahannya gara-gara Myungsoo mengadu kalau Naeun mengatainya dengan ‘Botak Tua’. Setengah jam Naeun menahan amarahnya ke Myungsoo. Setengah jam pula ia di ceramahi dengan hal yang tidak penting menurutnya. Dan lebih sialnya lagi Myungsoo malah disuruh melanjutkan kegiatannya padahal Naeun sudah menyangkal apa yang dituduhkan oleh Myungsoo.

“Sialan! Botak tua menyebalkan. Awas kau Myungsoo!” Naeun menggeram marah. Ia melirik jam yang melingkar manis di tangan kirinya. “Ah, sial! 10 menit lagi acaranya di mulai dan aku belum mendaftar ulang! Ya, ya, ya terimakasih botak tua dan er… aku bahkan enggan menyebut namanya.”

“Jelaskan alasan kenapa kau tidak mau menyebut namaku, Nona Son.” Naeun kaget atas tindakan Myungsoo yang sangat tiba-tiba. Bayangkan saja, Myungsoo menarik tangannya dan memojokkannya di dekat loker.

“Apa mau mu?! Belum puas membuatku tertahan di ruang si botak, huh?!”

“Belum kapok, Son Naeun?” Naeun mendengus kesal dan mencoba mendorong Myungsoo agar ia bisa pergi. Tapi, yah, Naeun adalah perempuan dan Myungsoo laki-laki, bukannya menjauh Myungsoo makin merapatkan tubuhnya ke Naeun

“Sebenarnya apa mau mu?! Aku sudah terlambat daftar ulang, idiot!”

“Bagaimana kalau si idiot ini sedikit berbaik hati dan mendaftarkan ulang untuk mu?” ujar Myungsoo seraya menunjuk sebuah formulir daftar ulang yang sudah di cap, “Urutan ke-7 setelah aku.” Myungsoo lalu memberikan nomor urut Naeun.

Well, terima kasih.” Balas Naeun, biarpun ia membenci Myungsoo, ia juga tau caranya berterimakasih.

Well, kembali ke pertanyaan sebelumnya. Jelaskan alasan kenapa kau tidak mau menyebut namaku?” Tanya Myungsoo yang kembali fokus ke Naeun.

“Bukan urusanmu.”

“Katakan atau…” Myungsoo mulai mengelus pipi Naeun

“Myungsoo! Naeun! Sedang apa kalian? Acara sudah di mulai 5 menit yang lalu!” ujar Eunji.

Naeun menarik nafas lega ketika Eunji menginterupsi aktivitas mereka. Ia segera berlari kecil menghampiri Eunji yang bingung melihat Naeun dengan senyuman yang tak dapat diartikan. Naeun terus menarik Eunji yang kebingungan. Eunji lalu menoleh kea rah Myungsoo sambil membuat kode agar segera ke aula. Myungsoo hanya menunjukan jempolnya dan tersenyum. Lalu ia kembali memasukkan tangannya ke saku celananya sambil menatap dua orang perempuan yang berhasil menarik perhatian laki-laki selama ini. Lalu ia tertawa kecil mengingat wajah panik Naeun. Percayalah, dia akan benar-benar mencium gadis itu jika Eunji tidak datang. Wajah Naeun yang sedang kesal sangat imut menurutnya dan itu membuatnya gemas.

Myungsoo baru akan melangkahkan kakinya menuju aula, tetapi seseorang menghentikan langkahnya,

“Kau sepertinya menyukai Naeun.” kata seorang pemuda tampan

“Bukan urusanmu.” Ujar Myungsoo ketus, namun pemuda yang akrab dipanggil Taemin tersebut tertawa sinis

“Menjauhlah darinya. Karena pecundang seperti kau sama sekali tidak cocok untuk seorang perempuan seperti Naeun.”

“Dan seorang bajingan seperti kau tidak akan bisa mendekati Naeun.”

“Apa maksudmu?”

“Ya, kalau kau cukup pintar, ku rasa kau bisa mengerti maksud ku.” Myungsoo tersenyum dengan sinis lalu pergi meninggalkan Taemin yang sedang menggeram marah padanya.

“Kita lihat saja Nanti, Myungsoo.” Taemin menyusul menuju aula menyusul Myungsoo.

Tanpa mereka sadari seseorang mendengar percakapan kecil nan sengit mereka. Seseorang itu tersenyum dengan penuh arti.

***

            Irama dari sebuah musik yang menggema di aula mengiringi lekukan tubuh yang di tampilkan seorang pemuda tampan. Keringat yang mengalir di wajahnya menambah kharismanya. Tak jarang para perempuan berteriak kagum melihatnya. Senyum yang menghias di bibirnya membuat ia terlihat makin tampan dan mata elangnya seakan menghipnotis semua orang yang ada di aula. Tapi, tidak dengan Naeun. Ia merasa gugup dan putus asa setelah melihat Myungsoo dengan skill dancenya yang yah… keren.

“Bagaimana ini?” Naeun meringsut di tempat duduknya dengan wajah putus asa

“Naeun-ah, kau sakit?” Tanya Eunji

“Tidak. Hanya saja dance Myungsoo terlihat well…begitu indah. Aku harus bagaimana? Bagaimana kalau ia mencaci maki ku kalau aku kalah?” Tanya Naeun panik.

“Tenang saja, Myungsoo bukan orang seperti itu, Naeun.” ujar Hoya menenangkan

Naeun

“Ya, kuharap juga begitu” Naeun menanggapi ucapan Hoya. Sebenarnya bukan itu yang menjadi beban pikirannya saat ini. Namun, ia teringat akan perjanjian yang ia lakukan dengan Myungsoo tadi.

FLASHBACK

            Naeun sedang menambahkan lipgloss pada bibirnya agar ia terlihat segar. Dan sedikit memoles bedak pada wajahnya.

“Kau sudah cantik.” ujar Myungsoo yang berada di belakangnya. Naeun berdiri dan memutar tubuhnya menghadap Myungsoo

“Apa maumu?”

“Tidak ada.”

“Untuk kembali menyuruhku mundur begitu saja? Tidak akan.”

“Ya, sebenarnya aku tidak ada nita untuk mengatakannya. Tapi, lebih baik kau lakukan saja.”

“Dengar! Sekeras apapun usahamu untuk menyuruhku untuk mundur, itu tidak akan terjadi, Kim Myungsoo.”

“Bagaimana jika kau kalah?”

“Aku yang akan mengalahakanmu!” ketus Naeun

“Baiklah. Bagaimana kalau taruhan saja?”

“Ok! Kalau kau kalah dan aku yang menang, kau harus berlari keliling lapangan tanpa mengenakan pakaian atas mu. Bagaimana?”

“Diterima. Lagipula orang-orang akan terpana dengan keseksian tubuhku.” Naeun memutar bola matanya mendengar Myungsoo “Dan, kalau kau kalah dan aku yang menang, kau harus mencium ku didepan orang banyak dan… tepat di bibirku.” Naeun terdiam mendengar Myungsoo. Ia bingung mau menerimanya atau tidak. Tapi kalau ia menolaknya tentulah Myungsoo akan mengecapnya sebagai pengecut.

“Ok! Aku terima.”

Myungsoo tersenyum lebar mendengarnya. Lalu ia berbisik di telinga Naeun membuat orang-orang melihat kearahnya.

“Bersiaplah untuk mencium ku.” Myungsoo lalu pergi begitu saja meninggalkan Naeun yang masih terdiam menyesali perbuatannya.

END OF FLASHBACK

            Dan disinilah Naeun berdiri dengan gugup dan bersiap untuk menampilkan dance terbaiknya. Naeun benar-benar gugup. Harusnya ini bukanlah hal yang sulit mengingat ia sudah berlatih mati-matian agar bisa mengalahkan Myungsoo.

“Fighting! Kalau aku menang, aku tidak harus mencium bibirnya yang er… menggoda itu. Apa rasanya mencium Kim Myungsoo? Ah, apakah rasanya… Ah! Aku ini bicara apa! Pokoknya fighting!” Naeun menyemangati dirinya sendiri.

“Jangan terlalu memikirkan rasa bibirku. Good Luck!” bisik Myungsoo dengan smirknya lalu pergi menuju backstage.

Nyali Naeun semakin menciut setelah dibisik Myungsoo. Seakan mendengar bisikan setan, rasanya ia ingin pergi begitu saja dari tempatnya berdiri. Namun, pembawa acara menggagalkan rencannya untuk kabur.

“Setelah kita melihat Kim Myungsoo, mari kita sambut Son Naeun!” Tepuk tangan meriah dipersembahkan untuk Naeun. Naeun menelan ludahnya dan lagi lagi menyemangati dirinya.

Naeun berjalan menuju stage dan memberi hormat kepada penonton dan juri. Saat musik dinyalakan, Naeun mulai meliuk-liuk sesuai dengan irama. Gerakannya benar-benar membuat orang-orang terpana. Myungsoo melihat Naeun setelah duduk di samping Hoya tanpa berkedip. Ia terlihat cantik menurut Myungsoo. Myungsoo mengangkat bibirnya tanpa sadar. Tersenyum tulus untuk Naeun.

***

            Acara sudah hampir berakhir. Saatnya pembagian juara. Seluruh peserta berbaris sesuai nomor urutnya. Naeun berbaris dengan gugup. Myungsoo tertawa kecil melihat Naeun yang komat kamit meminta pertolongan.

“Apa yang kau tertawakan.”

“Kau lucu.”

“Kau pikir aku badut?!” ketus Naeun

“Bukan badut, tapi bidadari.” kini wajah Naeun memerah. Ia mengumpat kenapa wajahnya harus memerah ketika di goda Myungsoo. Myungsoo yang melihat rona merah di wajah Naeun hanya dapat tertawa.

“Baiklah, ini adalah acara yang kita tunggu-tunggu” para peserta kembali gugup begitupula dengan penonton. “Saatnya pembagian juara” ujar pembawa acara

“Kita langsung saja, juara ke-tiga di raih oleh…” pembawa acara tersebut memberi jeda agar membuat orang-orang yang ada di aula tersebut penasaran “Lee Hoya!!!” tepuk tangan meriah dipersembahkan untuk Hoya. Juri memberikan hadiah untuk Hoya.

“Untuk juara ke-dua dan pertama agak sulit sebenarnya. Karena mereka hanya memiliki selisih skor 5. Langsung saja! Juara dua diraih oleh…” semua orang penasaran dengan hasilnya “Son Naeun!!!”  Naeun tercengang mendengarnya. Ia berada di posisi ke dua. Tentu saja ia senang, tapi bagaimana kalau Myungsoo yang berada di posisi pertama? Tamatlah riwayatnya.

“Dan juara yang kita tunggu-tunggu yaitu juara pertama adalah…” Naeun komat kamit berharap bukan Myungsoo, namun takdir berkata lain “Kim Myungsoo!!!” Naeun menciut, ia akan benar-benar gila. Myungsoo tersenyum kepada penonton dan juri yang memberinya hadiah.

“Sebagai penutup, kami persilahkan untuk Myungsoo dan Naeun dance collaboration.

Naeun kaget dengan acara penutup. Mereka belum menyiapkan apa-apa. Oh Tuhan, apakah ini hari sialnya? Setelah dieramah oleh Junghae Seongsanim, taruhannya dan Myungsoo, lalu kolaborasi? Ini benar-benar gila. Para peserta dipersilahkan kembali ke backstage. Naeun dan Myungsoo diberi waktu 10 menit untuk istirahat dan berdiskusi.

“Apa yang akan kita tampilkan?” Tanya Naeun menghindari tatapan Myungsoo

dance Sexy Back.” Jawab Myungsoo

“Apa?! Kau gila?! Aku bahkan tak berniat untuk mengingat dance itu lagi.”

“Hanya itu dance terakhir yang aku ingat dan yang terakhir kita tampilkan.”

“Ba-bagaimana kalau aku lupa?” Myungsoo melirik Naeun lalu tertawa kecil

“Kau tidak akan lupa. Dan, ah iya. Selamat! Ku tunggu ciuman mu besok.” Myungsoo pergi meninggalkan Naeun karena nama mereka sudah di panggil oleh pembawa acara. Naeun benar-benar akan gila kalau seperti ini.

***

            Myungsoo dan Naeun menggerakan tubuh mereka dengan indahnya. Tarian yang cukup erotis. Itulah yang membuat Naeun enggan menarikan tarian itu lagi. Banyak perempuan yang cemburu padanya gara-gara tarian itu. Namun ia rasa dance ini lebih erotis dari yang ia tampilkan terakhir kali.

Saat selesai tepuk tangan meriah diberikan kepada mereka. Naeun dan Myungsoo memberi hormat lalu kembali ke backstage.

“Kau melakukannya dengan baik, Son Naeun.”

“Terimakasih. Kau juga.” jawab Naeun malas

“Kuharap kau tidak lupa besok.” Myungsoo mengeluarkan smirknya lalu keluar dari aula. Naeun menggigit bibirnya, ia benar-benar menyesal sekarang.

***

            Dengan malas Naeun masuk ke kamarnya dan menghambur menuju tempat tidurnya. Rasa ia ingin hari ini tidak berakhir mengingat besok ia harus ah! Ia bahkan enggan mengingatnya.

“Naeunie?”

“Oppa! Ada apa?” tanya Naeun saat melihat kakanya, Woohyun masuk ke kamarnya.

“Oppa akan bertemu dengan teman Oppa. Kau tidak apa sendirian? Appa dan Eomma masih bertemu rekan bisnis.”

“Infinite oppadeul?” Woohyun hanya mengangguk. Naeun mengigit bibirnya. Itu artinya Oppanya itu akan bertemu Myungsoo. “Eoh, tidak apa-apa. Hati-hati, Oppa!” Woohyun lalu tersenyum dan mencium kening adik kesayangannya itu.

“Jangan lupa makan!”

Naeun mengangguk dan membiarkan Oppanya pergi. Rasanya hari ini lelah sekali. Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Berendam di air hangat tidak buruk pikirnya.

***

            Naeun keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Ia masih mengeringkan rambutnya, namun matanya tertuju pada seseorang di dalam kamarnya.

“Eunji? Sudah lama?”

“Tidak, baru saja” Eunji memamerkan senyum manisnya

“Sudah makan?”

“Belum. Rencananya aku mau mengajakmu makan di luar. Hoya tidak bisa, ia sedang berkumpul bersama Infinite. Oppamu juga, kan?” Naeun mengangguk

“Baiklah, aku bersiap-siap dulu ya.” Eunji mengangguk

Setelah menunggu selama 15 menit, Naeun sudah siap dan mereka siap berangkat. Saat di perjalanan mereka berbincang-bincang seperti biasa.

“Eh, Naeun” panggil Eunji

“Ada apa?”

“Tadi kulihat Myungsoo Oppa berbicara padamu setelah kalian dance. Apa yang kalian bicarakan? Kalian terlihat aneh”

“Eunji-ya~ aku akan gila” Naeun mengerang

“Ke-kenapa? Eunji panik melihat sahabatnya itu

“Percaya atau tidak aku dan Myungsoo taruhan.”

“Taruhan? Kau disuruh bayar berapa? Aku akan membantu mu”

“Tidak! Ini bukan taruhan uang. Tapi… huaaaa~”

“Ei, Naeun-ah, kenapa? Ceritakan padaku”

“Jika Myungsoo kalah, aku menyuruhnya lari keliling lapangan dengan topless. Kalau aku yang kalah, aku harus menciumnya.”

“Menciumnya? Cium saja di pipinya” Eunji masih fokus mencari parkiran yang pas

“Masalahnya aku harus menciumnya di… bibir”

“Apa?!” Eunji rem mendadak saat Naeun mengatakannya

“Ya! Parkir yang benar. Kita bisa kena marah!” ujar Naeun. Eunji menurutinya dan mereka keluar dari mobil dan melanjutkan cerita mereka.

“Ya! Kau gila?” tanya Eunji

“Kurasa juga begitu, Eunji” Naeun lemas mengingatnya

“Tapi, kurasa tidak buruk juga mencium Kim Myungsoo” Eunji berandai-andai jika ia berada di posisi Naeun

“Ya! Ku adukan kau dengan Hoya!”

“Jangan!”

Eunji dan Naeun memutuskan untuk tidak membicarakan masalah itu. Mereka berjalan menuju restaurant favorit mereka di salah satu mall besar. Saat sampai, mereka duduk dan memesan makanan. Setelah memesan makanan, Naeun dan Eunji kembali mengobrol, lalu Naeun tanpa sengaja melihat Oppanya berada di meja sebelahnya. Naeun membulatkan matanya ketika melihat Myungsoo.

“Eunji, ayo pindah.” Bisik Naeun

“Malas, ah. Disini saja.”

“Eunji ayo!”

“Tidak mau.”

“Naeunie, Eunji-ya?” mereka menoleh mendengar nama mereka disebutkan.

“Oh, Woohyun Oppa!” panggil Eunji “Annyeong Oppadeul” sapa Eunji, lalu mereka membalas sapaan Eunji “Annyeong chagiya~” panggil Eunji dengan senyum manisnya pada Hoya

“Annyeong chagi~ ah, manisnya” ujar Hoya terpana dengan senyum Eunji

“Oh, annyeong Oppadeul” Naeun juga ikut menyapa walaupun dengan tingkah canggung.

“Naeunie, seperti sudah lama saja tidak bertemu. Kenapa begitu canggung?” tanya Sunggyu

“Ani, gwenchanna Oppa” balas Naeun

“Kalian gabunglah bersama kami” ujar Sungyeol

“Ah benar-AW!“ Eunji hendak menjawab ajakan Sungyeol, tetapi kakinya diinjak oleh Naeun

“Ah, tidak usah Oppa, kami disini saja”

“Ah, baiklah kalau begitu. Ei, makanan datang!”

Myungsoo menatap Naeun dengan mata elangnya. Ia lalu tersenyum sendiri melihatnya.

“Ei, Hyung~ kenapa kau tersenyum sendiri?” tanya Sungjong

“Ani, aku hanya sedang melihat bidadari saja.” Mereka mengikuti arah pandang Myungsoo, Eunji ikut melihatnya. Yang dilihat sadar dan bertanya

“Kenapa melihatku begitu?” Naeun melihat Eunji lalu melirik ke sebelahnya, mereka juga melihat Naeun. Ia lalu melirik Myungsoo yang mengerling ke arahnya

“Oppadeul! Kenapa melihatku seperti itu?”

“Oh, jadi yang dimaksud Myungsoo itu adik ku?” tanya Woohyun

“Ei, Naeun sekarang sudah besar” ujar Hoya

“Ei, selalu menyebalkan”

Mereka lalu tertawa kecuali Naeun yang merengut kesal.

***

            “Ei, kapan terakhir kali kau berpacaran, Woohyun?” tanya Sunggyu

“Sekarang aku sudah berpacaran”

“Mwo? Bukankah kau baru putus satu minggu yang lalu, Hyung?” tanya Sungjong

“Ya. Tapi pacarku yang sekarang adalah wanita yang sudah ku sukai sejak SMA”

“Mana mungkin Woohyun Oppa menyukai seseorang” gerutu Naeun, Eunji tertawa mendengarnya

“Kau selalu meremehkan Oppa mu, Naeun”

“Biarkan saja” mereka berdua lalu tertawa

“Kalau kau Hoya? Dengan siapa terakhir kali kau berciuman?” goda Sunggyu

“Ei, kau mau aku mati ditangan Eunji?” Eunji yang mendengarnya hanya menggerutu kesal.

“Nah, bagaimana denganmu, Myungsoo? Kapan terakhir kali kau berciuman?”

“Entahlah, mungkin saat masih kelas 1.”

“Ei, itu sudah lama sekali~”

“Lagipula besok aku akan mendapatkan ciuman dari seseorang” ujar Myungsoo sedikit menambah volume suaranya

Naeun yang mendengarnya tersedak makanan yang ia makan. Eunji dan pemuda-pemuda itu melihat ke arah Naeun

“Naeun-ah, kau tidak apa-apa?” tanya Eunji

“Tidak apa-apa” jawab Naeun

“Naeun, kau kenapa?” tanya Woohyun

“Sepertinya Naeun merasa dirinya turut andil alam ucapan Myungsoo” ujar Dongwoo sambil tertawa. Mereka menatap Dongwoo dengan pandangan yang sulit artikan, begitupula Naeun. Lalu pandangan berpaling ke Naeun

‘apa yang harus ku lakukan?’

Rival!

Maaf banget buat update yang sangat lama:”D Semoga setelah ini ga ngaret lagi ya akunya. Maaf kalau ini jelek:”D lagi stuck dan ga tau mau nulis apa selain ini:’D Terimakasih yang sudah mau baca dan comment^^ enjoy it^^

11 thoughts on “Rival! – [1: Hello New Problem]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s